Sabtu, 23 Februari 2008

Menikmati Musik dengan iPod


iPod adalah merek serangkaian perangkat pemutar media digital yang dirancang dan dijual oleh Apple Computer. Nama "iPod" dahulu merupakan nama salah satu varian pemutar media digital dalam rangkaian tersebut (varian ini kini disebut "iPod classic"). Sebagian besar varian iPod memberikan antarmuka pengguna (user interface) yang sederhana dengan menggunakan disain dalam bentuk roda putar (scroll wheel). iPod classic menyimpan datanya di dalam sebuah hard drive, sementara model lainnya menggunakan flash memory. Seperti sebagian besar perangkat pemain musik lainnya, iPod bisa digunakan sebagai hard drive eksternal bila disambungkan ke sebuah komputer.
Tony Fadell pertama kali mendapat ilham untuk membuat iPod di luar perusahaan Apple Computer. Saat itu ia mengalami kesulitan mencari dana untuk membiayai perangkat pemain musik yang ia ciptakan. Ia lalu menunjukkannya kepada Apple Computer, dan kemudian perusahaan tersebut menyewanya sebagai kontraktor mandiri untuk membuahkan hasil dari projek ini. Ia diberikan tanggung jawab untuk menggalang tim yang akan mengembangkan dua generasi pertama dari perangkat ini. Setelah itu perkembangan iPod yang selanjutnya dilakukan di bawah naungan Jonathan Ive yang merupakan kepala grup disain industri di Apple Computer.
iPod pada awalnya hanya bisa dipakai dengan komputer Macintosh, tetapi pada 17 Juli 2002, Apple Computer mulai menjual iPod versi Windows dengan menggunakan format hard drive FAT32 daripada HFS Plus. [1] Piranti lunak iTunes versi Windows diperkenalkan pada tanggal 16 Oktober 2003 [2]; sebelumnya, pengguna Windows harus bergantung kepada piranti lunak lain seperti Musicmatch Jukebox, ephPod or XPlay untuk mengatur koleksi lagu di dalam iPod mereka.
Generasi terbaru dari iPod dengan dock tidak lagi membedakan antara versi Macintosh dengan Windows. iPod ini secara default dijual dengan hard drive-nya diformat untuk digunakan dengan Macintosh. Pembeli dapat mengubah format tersebut supaya bisa digunakan dengan Windows. Sebuah iPod yang diformat HFS Plus have bisa dipakai dengan Macintosh karena Windows tidak mengenal format HFS Plus. Tetapi karena Macintosh bisa mengenal format FAT32, sebuah iPod yang diformat FAT32 bisa dipakai baik dengan Macintosh atau Windows. Tetapi HFS Plus memberikan sedikit lebih banyak ruang untuk menyimpan lebih banyak data, dan juga membuat iPod bisa dipakai sebagai boot disk untuk komputer Macintosh.
Sampai Oktober 2004, iPod mendominasi penjualan perangkat pemain musik di Amerika Serikat, dengan meraih 92% dari pasaran perangkat hard drive dan lebih dari 65% dari pasaran jenis lainnya. iPod telah berhasil dijual dengan pesat, melebihi sepuluh juta unit dalam tiga tahun terakhir ini. Perangkat tersebut mempunyai pengaruh kebudayaan yang sangat besar di masyarakat bila dibanding dengan saat alat tersebut pertama kali diluncurkan.
iPod generasi kelima diluncurkan pada Oktober 2005 dan kemudian diperbaharui pada September 2006. Generasi iPod kelima mempunyai fitur pemutar video sampai dengan 640 x 480 pixel dan mempunyai daya tahan baterai hingga 24 jam. Para pengguna dapat mengambil video, games dan audiobooks dari iTunes Store. Pada 5 September 2007, Apple meluncurkan iPod generasi keenam (kini dipanggil "iPod classic"), iPod nano generasi ketiga, dan varian baru bernama iPod touch. iPod touch menggunakan layar sentuh yang juga digunakan iPhone.

Piranti lunak
Sebuah iPod generasi kelima.iPod bisa memainkan dokumen dengan format MP3, WAV, AAC/M4A, Protected AAC, AIFF, Audible audiobook, dan Apple Lossless. Alat tersebut tidak bisa memainkan dokumen dengan format OGG Vorbis, FLAC, Windows Media Audio (WMA), atau RealAudio. Apple Computer mungkin tidak akan mendukung format tersebut, karena mereka dianggap sebagai saingan piranti lunak QuickTime yang dikembangkan Apple Computer. Piranti lunak iTunes versi Windows bisa mengubah dokumen WMA menjadi AAC dengan pengecualian pada dokumen yang memiliki copy protection.
Apple mendisain iPod untuk bekerja dengan piranti lunak iTunes, yang memungkinkan penggunanya untuk mengatur koleksi musiknya di komputer dan iPod. iTunes bisa secara langsung menyelaraskan sebuah iPod dengan koleksi lagu tertentu atau dengan seluruh koleksi yang dimiliki penggunanya pada saat iPod tersebut disambung dengan sebuah komputer.
iPod generasi pertama berfungsi khusus hanya sebagi perangkat pemain musik. Pembaharuan firmware selanjutnya menambahkan fungsi PDA: Perangkat tersebut kemudian bisa menyimpan informasi dari buku alamat dan piranti lunak iCal yang ada di dalam Macintosh yang dipakai oleh penggunanya. iPod juga bisa menampilkan dokumen teks walaupun tidak bisa dimanipulasi dengan menggunakan iPod. (adit/pers kampus-wikipedia)

Kamis, 07 Februari 2008

Nyamuk Besi Band

Siapa sich anak muda di Banten yang nggak kenal Nyamuk Besi Band, grup band yang sudah sering manggung di beberapa acara lokal ini ini rasanya sudah nggak asing lagi di dengar. Band yang mengawali kariernya dalam album kompilasi ‘Indie Steel’ pada 2001 silam saat ini sedang menjajaki major label. Nyamuk Besi yang kini di gawangi oleh Tata (vocal+gitar), C-Nay (gitar), Angga (Bass), C-Nyo (drum) mengaku sudah memasuki major label. “Alhamdulillah mulai awal Februari kita akan dikontrak oleh Aquarius Musikindo, yang merupakan major label yang udah kenamaan di Jakarta,” ungkap Tata.
Awal kontraknya dengan Aquarius Tata mengaku ketika pada Desember tahun lalu anak-anak nyamuk besi sengaja datang ke kantor Aquarius, dan membawa beberapa demo lagu. Kita ujar Tata disambut baik disana, dan pihak Aquarius mulai mendengarkan beberapa demo lagui kita. “Beberapa lagu ciptaan kita didengerin disana, mereka suka dengan warna musik yang kita maenin. Alhasil, setelah melalui beberapa perbincangan kita dikontak selama beberaba tahun kedepan oleh Aquarius,” terang Tata yang memiliki nama M. Surya Tria Brata ini. Tapi ketika telah disepakati penandatanganan kontrak, nyamuk besi diminta mengganti nama gruupnya. Sampai ketika di wawancarai RY, nyamuk besi yang pernah juga masuk dalam Kompilasi Jakarta Musik Pop pada Januari 2007 ini, belum mau menyebutkan nama barunya itu. “Kita memang akan ganti nama, dan nama barunya itu merupakan kesepakatan dari semua personil. Kalo nama barunya ada dech!! Kita masih rahasiain, yang pasti berbau-bau nama Banten gitu deh,” pungkas Tata. Tapi dalam waktu dekat, band yang terkenal dengan hits ‘Selamat Tinggal Cinta’ ini bakal menggelar soft launching kontrak barunya dengan Aquarius sekligus album terbaru, yang rencananya akan di gelar di Cilegon.

Jumat, 30 November 2007

Titik Nol

Kenalkan Komik Pada Pelajar
Titik Nol komunitas komik di Serang undang para pelajar untuk diberikan sosialisasi mengani literasi komik, beberapa waktu lalu di kantor K3 Ciceri Serang. Selain itu juga diberikian pengetahuan mengenai pembuatan komik, karikatur, dan sebagainya.
“Kita sengaja memberikan pengarahan seputar dunia komik ini untuk menumbuhkan minat pelajar terhadap literasi dunia komik,” ungkap Sulaeman Rusmana (25) manajer program.
Komunitas ini telah menghasilkan karya tempat nyalurin kreativitas dengan nama antologi Titik Nol.
Menurut Sulaeman, dengan melihat kondisi kekinian dan perkembangan zaman para pelajar juga perlu didorong untuk meningkatkan rasa gemar pada dunia kartun. Hal ini juga yang mendorong untuk berbagi pengetahuan. Menurutnya, seni apapun bentuknya merupakan sebuah karya yang patut dihargai dan dilestarikan.
“Kami tidak bisa berjalan sendirian, karena itu kami berusaha memberikan sosisalisasi pada para pelajar untuk pengembangan karya-karya seni,” terangnya.
Pada kegiatan tersebut diberikan arahan mengenai teknik drawing, komik, kartun, karikatur, foto, art dan kata. Hal tersebut merupakan bagian awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan program go to school atau terjun ke sekolah sekitar akhir oktober nanti. “Dengan berbekalkan sedikit ilmu pengetahuan, kami berusaha berbagi pengetahuan kapada para pelajar, untuk bisa mengembangkan daya tarik pada dunia komik.”
Dalam kegitan tersebut hadir beberapa perwakilan sekolah seperti, SMAN 1 Serang, SMAN 2 Serang, SMKN 1 Serang, SMAN Kasemen, SMAN Taktakan, SMK Pasundan. Peserta terlihat antusias dan serius mendengarkan penjelasan seputar dunia kartun. Ida Mursida, seorang peserta ngerasa senang bisa ngikutin acara semacam ini karena bisa menambah wawasan mengenai dunia perkartunan.
“Gue seneng banget ikutan acara ini, karena bisa nambah ilmu tentang perkomikan,” ungkap siswi SMK Pasundan ini.

Info Oto

Tampil Dengan Girlie
Buat modifikator motor yang ragu ingin mengecat maotornya dengan warna-warna girlie, nggak perlu khawatir lagi bakal terlihat nggak bagus ataupun terkesan feminin. Anggi Wijaya, pemilik motor Mio ini nggak segan-segan ngeganti warna catnya yang semula ungu menjadi pink yang dipaduin dengan warna putih. Cowok yang satu ini nggak ngerasa risih dengan tampilan warna seperti ini. “Gue sich pede aja, malahan dengan begini motor gue jadi keliatan makin Sip,” ulasnya.
Anggi nuturin, kalo sebenernya skutiknya ini bergaya simple minimalis, yaitu dengan memodif beberapa bagian dari motornya, seperti bagian bawah mulai dari ban yang semula 70/90 dibuat menjadi 80/80 dipadu pelek yang dichrome serta cakram racing one. Ia juga memakai bordess custom buat mempercantik motornya. “Aksen-aksen lain yang gue tambahain yaitu lampu kodok di depan, stang mountain bike, body kit CBR, dan knalpot ala Moto GP termignoni,” papar cowok yang merupakan ketua COMIC (Community Motor Independent Smancil) Cilegon ini. Ketika ditanya apakah ia masih ingin memodif lagi, cowok yang bersekolah di SMAN 1 Cilegon ini ngaku akan terus ngelakun perubahan. “Tapi nggak terlalu ekstreme, biar nggak ngurangin fungsi dari motor juga,” ucap cowok yang sudah beberapa kali ngikutin kontes motor modifikasi, dan pernah menyabet juara tiga pada Yamaha Funtastik ini lalu.

Diskusi Bareng Taufiq Ismail Di Rumah Dunia

Jangan Takut Menulis
Siang itu, Sabtu (17/11) rumah dunia ramai dikunjungi orang-orang. Ada pelajar, mahasiswa, dosen, bahkan budayawan asal Serang pun ikut hadir buat ngikutin diskusi yang dihadiri sastrawan kenamaan Taufiq Ismail. Diskusi kali ini mengupas seputar proses kreatif dan kepengarangan dari sastrawan besar negeri ini, salah satunya adalah Taufiq Ismail sendiri.
Acara di awali dengan pembacaan beberapa puisi oleh Taufiq seperti, ‘Sajadah Panjang’, ‘Dengan Puisi Aku’, ‘Cahaya Di Atas Cahaya’. Pembacaan pusisi yang penuh penghayatan, membuat suasana hening, seakan terpukau oleh sastrawan yang lahir di Bukit Tinggi 1935.
Acara yang domoderatori Wan Anwar ini berlangsung interaktif ketika Taufiq membagi pengalamann dan suka duka ketika ia pertama kali menulis, hingga menghasilkan karya-karya puisi yang baik untuk negeri ini. Dalam paparannya Taufiq bilang, bahwa jangan takut untuk mulai menulis. “Menulis bisa dimulai sejak dini, mulailah menulis apa saja, karena secara tidak sadar baik di sekolah, kampus atau kegiatan sehari-hari kita sudah melakukan proses menulis,” urainya.
Ditambahin, puisi yang baik itu adalah yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang indah, bisa menggetarkan dan mengharukan siapa saja yang membaca serta ada pesan yang disampaikan melalui puisi tersebut sehingga bisa menggugah pembacanya.
Diskusi ini dihadiri oleh ratusan orang yang berasal dari pesantren Tarbiyah Nurul Maarif Serang, SMAN 3 Rangkasbitung, STKIP STIA Budi Rangkasbitung, SMP Al-Irsyad Waringinkurung, IAIN, Untirta, dan banyak lagi. Diajeng Lestari, mahasiswi FISIP Universitas Indonesia (UI) Jakarta ini sengaja dating ke rumah dunia untuk menyaksikan Taufiq Ismail. “Diskusi seperti ini sangat inspiratif, yang bisa membangun peradaban dengan membaca yang memang merupakan tugas besar orang tua, guru dan pemerintah. Serta, dengan adanya kunitas rumah dunia ini ada visi yang besar untuk membangun Banten,” ungkapnya.
(adit)